Sejarah Jembatan Ampera dan Fakta Unik dibalik jembatan Ampera

fakta unik dibalik jembatan ampera




Ketika mendengar nama kota Palembang pasti yang pertama terpikirkan adalah kuliner khasnya yaitu Pempek dan sejarah peradaban Kerajaan Sri Wijaya.

Namun diantara itu semua ada satu ikon ciri khas kota Palembang yaitu Jembatan Ampera, jembatan ini memiliki panjang lebih dari 1.117 meter dengan lebar 22 meter dan memiliki berat sekitar 944 Ton. Jembatan Ampera menjadi penghubung kawasan hulu hilir dan menjadi sarana transportasi.  Tapi tahukah kalian tentang sejarah Jembatan Ampera? Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang jembatan Ampera.

Sejarah Jembatan Ampera Palembang



Jembatan Ampera dulu sempat diberi nama Jembatan Soekarno, Presiden pertama dan presiden indonesia saat itu. Pemberian nama Soekarno adalah sebagai bentuk penghormatan atas jasa presiden soekarno. Namun Presiden soekarno kurang berkenan dan pada saat itu sedang ada persoalan politik di tanah air. Akhirnya setelah mengalami proses yang panjang, jembatan itu kemudian disamakan dengan slogan Bangsa Indonesia pada tahun 1960 yaitu Amanat Penderitaan Rakyat atau dikenal dengan AMPERA.


Sebenarnya ide pembangunan jembatan ampera sejak ada pada zaman pemerintahan jajahan belanda pada tahun 1906 yang bertujuan untuk menyatukan sungai musi, dari seberang ilir ke seberang ulu namun baru terealisasikan pada tahun 1957, kemudian baru dibangun dengan uang hasil rampasan dari perang jepang pada tahun 1962 Sebagai bentuk wujud kompensasi PD II dari pemerintah jepang kepada Indonesia.

Fakta Unik tentang Jembatan Ampera



1. Pernah Menjadi Jembatan terpanjang se-Asia Tenggara
Dengan ukuran panjang 1.117 meter dan lebar 22 meter, jembatan ampera sempat menjadi jembatan terpanjang yang pernah ada di Asia Tenggara. Selain menjadi jembatan terbesar, jembatan ampera juga saat itu tergolong canggih karena bagian tengah jembatan dapat ke atas supaya tiang kapal yang lewat di bawah jembatan tidak tersangkut jembatan Ampera.

Namun sejak tahun 1970, Ampera tidak lagi melakukan proses mekanisme naik turun karena dengan alasan membutuhkan waktu yang lama (30 Menit) yang membuat arus lalu lintas terganggu dan macet dan sudah tidak ada lagi kapal besar yang berlayar di Sungai Musi. Pada tahun 1990 akhirnya bandul pemberat untuk menaikturunkan bagian tengah jembatan di bongkar dengan alasan untuk keselamatan masyrakat ketika melintasi jembatan.

2. 3 Kali mengalami Perubahan Warna
Kita Pasti mengira Ampera sejak awal berwarna merah bata seperti sekarang yang kita kenal, namun faktanya Jembatan ampera pada awalnya tidak berwarna seperti sekarang.

Pada awal berdiri, jembatan ampera berwarna abu-abu kemudian pada tahun 1992 diganti menjadi warna putih dan yang terakhir pada tahun 2002 di ubah kembali menjadi merah seperti sekarang yang kita kenal.


Belum ada Komentar untuk "Sejarah Jembatan Ampera dan Fakta Unik dibalik jembatan Ampera"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel